Ketika diam menjerat aku kedalam ruang hampa,
angin berhembus tajam menggiris,
merobek rembulan.
Bayanganmu seperti lenyap disapu gelombang,
perahuku terombang-ambing dan tenggelam.
Ketika hening merenggut aku kedalam galau jiwa,
suara ranting meronta-ronta,
merobek mentari,
dekapanmu masih terasa hangat dlm darah,
bintang gemintang bersembunyi dlm kekelaman.
kosong...pikiran hampa menerawang.
kosong...langit terasa smakin gelap.
entah bermimpi tentang apa terpenggal-penggal,
entah sujud kepada siapa aku berserah.
Mestinya aku hanya diam dlm tawakal,
atau kuurai air mata dlm sembahyang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar