Minggu, 17 Agustus 2008

RINDU

Jembatan batu disebelhku diam pancuran bambu kecil memercikan air, menghempas diatas batu hitam,merintih menikam sepi pagi.pucuk2 cemara bergoyang-goyang diterpa angin dingin bukit ini seperti isyaratkan doa merasa sia alam diam disekitarnya.disinipun aku mencari engkau setiap kali kupanggili namamu,namun selalu saja hanya gema suaraku yang terdengar rindu .tetapi rindu tetap bergayuh didada slalu kuteriakan kata dimana,tetapi sepi tetap bergayuh didada slalu kuteriakan kata dimana.ketika pulang aku turun kekli dan berkaca diatas air kulihat tubuhku letih dan tua tapi aku coba untuk tertawa,anggap hidup hanya sandiwara,yang kan berakhir segera.

Tidak ada komentar: